Diberdayakan oleh Blogger.

Baca Ayat Ini, Seorang Lelaki Ditolong Malaikat Membawa Pedang

=====

Allah Ta’ala Mahakuasa. Dia mengabulkan permintaan hamba-hamba-Nya yang tulus dalam panjatkan pinta. Dia mendengar rintihan hamba-hamba-Nya dalam munajat panjang, penuh kekhusyukan, dan tidak bertentangan dengan perintah-perintah-Nya. Sungguh, janji pengabulan doa adalah kepastian bagi siapa yang memanjatkannya dengan tulus dan ikhlas.

Sebagaimana dikutip Mas Udik Abdullah dalam Bagai Mengukir di Atas Air, menyampaikan kisah pengabulan doa seorang hamba yang shaleh di sudut Syam yang diberkahi. Kepada lelaki ini, Allah Ta’ala menurunkan Malaikat untuk menolongnya.

Apakah amalan yang dilakukan oleh lelaki ini sehingga Malaikat diturunkan untuk menolongnya?

Lelaki shaleh ini sedang berjalan di jalanan negeri Syam (salah satu kotanya). Disergap perampok, ia dipaksa untuk menyerahkan seluruh perbekalan dan ancaman pembunuhan. Maka, lelaki yang teduh wajahnya karena bekas wudhu ini meminta izin untuk mendirikan shalat sunnah.

Diizinkan, ia memulai dua rakaat dengan khusyuk. Di dalam shalatnya, ia teringat salah satu ayat suci dalam al-Qur’an yang mulia. Karenanya, lelaki ini pun membaca ayat ini sampai tiga kali dengan penuh kepasrahan diri.

أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَّعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah selain Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (Qs. an-Naml [27]: 62)

Tiba-tiba, datanglah malaikat yang membawa pedang seraya membunuh para perampok itu dengan pedang yang dibawanya. Kepada lelaki ini, selepas shalatnya, malaikat berkata, “Aku adalah utusan Zat Yang Maha Memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan.”

Demikianlah di antara keajaiban doa orang shaleh yang dipanjatkan dengan ikhlas saat berada dalam kesulitan atau suatu masalah. Sebab memang, Allah Ta’ala Maha Mengabulkan, dan amat mudah untuk mewujudkan semua permintaan hamba-hamba-Nya.

Hanya saja, ada adab dan ketentuan yang harus diperhatikan. Jangan sampai berlebihan, terkesan terburu-buru, apalagi memaksa Allah Ta’ala untuk mengikuti kemauannya, padahal Dia Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk hamba-Nya.

Dalam kisah ini, shalat dan membaca al-Qur’an merupakan bentuk sunnah kebaikan. Bahwa kedua amalan ini merupakan cara komunikasi yang paling aktif antara seorang hamba dengan Rabbnya. Maka sampaikanlah pinta untuk kebaikan agama dan diri, dan Dia pun akan mengabulkannya. [Pirman]
IKLAN
Tag : ISLAMBARU
=====
Back To Top