Diberdayakan oleh Blogger.

Kenapa Suami Istri Dianjurkan Berjimak Pada Malam Jumat?

================
Bagi pasangan suami-isteri, terutama pihak suami, malam Jumaat itu “keramat”. Sebabnya tentu saja, kerana ada anjuran untuk berjima’ di malam ini. Dalam sunnah, ada kewajiban. Dalam kewajiban ada sunnah. Sungguh indah Islam! Lebih dari itu, dalam kewajiban dan sunnah tersebut, ada kenikmatan syahwat dunia yang halal. Halal, tentu berarti berpahala.

“Suami wajib menjimak isterinya sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan,” kata Ibnu Hazm, “kalau tidak, berarti ia durhaka terhadap Allah.”

Jika Ibnu Hazm berbicara tentang kewajiban jima bagi suami isteri, Imam Al Ghazali menjelaskan mengenai kepatutannya.


“Sepatutnya suami menjimak isterinya pada setiap empat malam satu kali. Ini lebih baik,” kata ulama bergelar hujjatul Islam itu. Namun, Al Ghazali tidak memaknai batasan itu secara kaku. “Bahkan sangat bijaksana kalau lebih dari sekali dalam empat malam, boleh pula kurang dari itu, sesuai keperluan isteri.”

Lalu jika perlu memilih hari dalam jima, adakah keutamaan malam Juma’at dibandingkan malam-malam lainnya? Dalam hal ini, hadith yang sah dijadikan rujukan adalah riwayat Tirmidzi nombor 496, An-Nasai 3/95-96, Ibnu Majah nombor 1078, dan Ahmad 4/9. Hadith-hadith itu senada, yang terjemahnya sebagai berikut:

“Barangsiapa (yang menggauli isterinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Juma’at kemudian diapun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak berkendaraan, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan khusyu’ tanpa sendau gurau, nescaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan solat malam harinya.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)
sumber http://www.akhwatshalihah.net/2015/08/kenapa-suami-istri-dianjurkan-berjimak-pada-malam-jumat.html
IKLAN
Tag : MOTIVASI, Muslimah, PERNIKAHAN, SERBASERBI
==================
Back To Top